Rabu, 03 April 2013

Barang siapa menghapal dan mengamalkan 40 hadist ini pasti Masuk SORGA,jika dia Islam

Di sebutkan syarat syarat masuk agama Islam adalah Mengucapkan 2 kalimat syahadat,yaitu Ashaduallah Ilaha illallah waashadu anna Muhammadarrasulullah. artinya: Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.

Selanjutnya tidak ada yang bisa menjamin,surga bagi mereka yang bukan beragama ISLAM,
Dari salman r.a saya bertanya kepada Rasulullah saw.tentang 40 hadist yang menyatakan :Barang siapa diantara ummatku yang menghafalnya  maka akan masuk surga,saya bertanya apakah itu ya Rasulullah? beliau  bersabda: 
  1. Beriman kepada Allah swt,yaitu atas diriNya dan sifatNya'
  2. Beriman kepada hari Kiamat
  3. Beriman kepada malaikat-malaikat
  4. Beriman kepada kitab-kitab.
  5. Beriman kepada para Nabi.a.s
  6. Beriman kepada kehidupan sesudah Mati
  7. Beriman kepada Takdir yang baik dan yang buruk,bahwa semuanya itu berasal dari Allah swt,
  8. Bersaksi bahwa tidak ada yang patut di sembah kecuali Allah swt,dan Nabi Muhammad adalah pesuruh Allah.
  9. Mengerjakan shalat tepat waktunya dengan menunaikan wudhu dengan sempurna,wudhu yang sempurna adalah memenuhi adab-adab mustahab dalam berwudhu,Dan pada setiap waktu shalat bermakna memperbaharui wudhu di setiap waktu shalat,walaupun masih ada wudhu shalat sebelumnya.inilah yang mustahab,dalam shalat hendaknya memenuhi semua sunnah sunnah Mu'akkadah dan ghairu m'uakkadah.Riwayat lain menyebutkan bahwa meluruskan shaf shalat juga termasuk mendirikan shalat,Mengisi shaf yang kosong termasuk dalam pengertian mendirikan shalat.
  10. Menunaikan zakat.
  11. Berpuasa pada bulan Ramadhan.
  12. Apabila engkau memiliki harta maka kerjakanlah haji.Mengumpulkan harta biasanya dijadikan alasan agar tidak naik haji dengan demikian ,maksud yang sebenarnya, bukan hanya jika ada kemampuan harta saja kita laksanakan haji, tetapi juga syarat-syarat lainnya. Jika mampu maka wajib berhaji.
  13. Shalat 12 rakaat ( sunnah Muakkadah ) setiap hari. Perincian mengenai hal ini telah di terangkan dalam riwayat lain, yaitu qabla Subuh 2 rakaat, qabla Zhuhur 4 rakaat, ba'dal Zhuhur 4 rakaat, ba'dal Magrib 2 rakaat, dan ba'dal Isya 2 rakaat.
  14. Jangan tinggalkan shalat Witir setiap malam. karena shalat Witir itu wajib ( menurut mazhab Hanafi, sedangkan menurut mazhab syafi'i adalah sunnah muakkadah ), dan menunaikannya adalah lebih penting dari pada ibadah sunnah yang lainnya. Oleh karena itulah di gunakan kata-kata yang tegas.
  15. Jangan menyukutukan Allah dengan sesuatu apa pun.
  16. Jangan mendurhakai kedua orang tua
  17. Jangan memakan harta anak yatim dengan cara zhalim. Memakan harta anak yatim dalam keadaan tertentu di bolehkan dengan aturan dna kaidah yang berlaku.
  18. Jangan meminum arak
  19. Jangan berzina
  20. Jangan bersumpah palsu dengan menyebut nama Allah
  21. Jangan bersaksi palsu
  22. Jangan menuruti hawa nafsu
  23. Jangan berghibah terhadap sesama muslim
  24. Jangan membuat tuduhan palsu terhadap wanita yang suci
  25. Jangan dengki kepada saudara sesama muslim
  26. Jangan menyibukkan dirimu dalam kesia-siaan
  27. Jangan ikuti orang yang membuang-buang waktunya.
  28. Jangan kamu ucapkan kepada orang yang pendek " Wahai si Pendek ", dengan maksud menghinanya. Boleh memanggil seseorang dengan sebutan yang lain, tetapi tidak berniat untuk menunjukkan aibnya. Misalnya memanggil orang pendek dengan sebutan, " Hai kamu yang pendek ", dengan tujuan menunjukkan aibnya, maka ini tidak di bolehkan.
  29. Jangan bergurau dengan menjadikan orang lain sebagai sasarannya
  30. Jangan memfitnah sesama muslim
  31. Bersyukur kepada Allah swt atas segala nikmat-Nya
  32. Bersabar dalam menghadapi segala musibah dan bala bencana
  33. Jangan merasa aman dari azhab Allah swt.
  34. Jangan memutuskan tali persaudaraan di antaramu.
  35. Bersilaturahmilah dengan mereka.
  36. Jangan memutuskan taili persaudaraan di antaramu
  37. Perbanyaklah tasbih, takbir, dan tahlil
  38. Jangan meninggalkan shalat jum'at dan shalat dua hari raya.
  39. Ketahuilah bahwa apa saja yang menimpamu adalah takdir dan tidak dapat di cegah. Dan apa saja yang telah di takdirkan tidak mungkin dapat terhindar darinya
  40. Jangan meninggalkan tilawat Al-Qur'an dalam keadaan bagaimanapun.
          Salman r.a bertanya kepada Nabi saw. " Jika seseorang mampu menghafalkan hadits tersebut, apakah ganjarannya ?" Sabda beliau, " Allah akan membangkitkannya bersama para Anbiya dan ulama. "
          Semoga Allah swt dengan segala limpah, rahmta, dan karunia-Nya mengampuni semua dosa kita dan memasukkan kita ke dalam golongan hambah-hambah yang shalih. Amin.
          Dengan penuh hormat di mohon kepada para pembaca untuk mendoakan hamba yang penuh dosa ini dengan doanya yang mulia.

Minggu, 31 Maret 2013

4 KUNCI SURGA SEORANG ISTRI


4 Kunci Surga Seorang Istri


Barangkali Anda pernah mendengar kisah tentang seorang shahabiyah (sahabat wanita) Rasulullah yang tidak pernah keluar rumah selain atas izin suaminya. Hal itu istiqamah ia lakukan bahkan ketika ia mendapat kabar tentang wafatnya sang ayah. Saat itu banyak orang menghujat sikapnya yang tidak datang bertakziah ketika ayahnya wafat, namun ternyata Rasul mengatakan bahwa ia menjadi ahli surga disebabkan kataatannya pada suami.
Kisah tersebut bisa kita jadikan contoh betapa Islam sangat menghargai hak-hak suami atas istrinya. Karena pernikahan merupakan sebuah perjanjian mulia yang di dalamnya terdapat hak dan kewajiban yang harus dilaksanakan seorang suami pada istrinya, maupun yang harus dilakukan istri pada suaminya.
Hak-hak suami yang wajib dipenuhi istri sangatlah agung. Begitu agungnya sampai Rasulullah pun bersabda, “Seandainya Aku suruh seseorang untuk sujud kepada orang lain, maka aku suruh seorang istri sujud kepada suaminya.”(HR Abu Daud dan Al-Hakim).
Tidak cukup sampai di situ saja, bahkan bagaimana sikap seorang istri dalam memenuhi hak suaminya tersebut bisa menjadi penentu nasibnya di akhirat kelak. Sebagaimana sabda Rasulullah, “Perhatikanlah selalu bagaimana hubungan engkau dengan suamimu, karena ia adalah surgamu dan nerakamu”(Shahih. Riwayat Ibnu Abi Syaibah, Ath Thabrani).
Karena suami adalah penentu surga atau neraka bagi istrinya, maka seorang istri harus mengetahui apa saja yang harus dilakukan agar ia bisa menjadi ahli surga. Inilah 4 kunci surgaseorang istri:
  1. Taat kepada suami
Sebagai seorang istri wajib mentaati suaminya selama yang diperintahkan suami tidak dalam kemaksiatan kepada Allah. Firman Allah, “Kemudian jika mereka mentaati kalian, maka janganlah kalian mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka.”(An-Nisa’: 34)
  1. Menjaga kehormatan suaminya
Istri shalihah ialah istri yang dapat menjaga kehormatan suaminya, kemuliaannya, hartanya, anak-anaknya, dan urusan rumah tangga lainnya. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Q.S An-Nisa ayat 34,“Maka wanita-wanita yang shalihah ialah wanita-wanita yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, karena Allah telah memelihara mereka.”
  1. Tetap berada di rumah suami
Kunci surga yang ketiga adalah hendaknya seorang istri tidak keluar rumah kecuali atas izin suaminya. Dalam arti, tidak keluar kecuali atas izin dan keridhaannya, menahan pandangan dan merendahkan suaranya, menjaga tangannya dari kejahatan, dan menjaga mulutnya dari perkataan kotor yang bisa melukai kedua orang tua suaminya, atau sanak keluarganya. Hal ini disebutkan dalam dalil berikut, “Dan hendaklah kalian tetap di rumah kalian dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu.”(Al-Ahzab: 33)
  1. Menyejukkan pandangan
Poin terakhir yang menjadi kunci surga bagi seorang istri adalah bersikap serta berpenampilan dengan indah sehingga dapat menyejukkan pandangan suaminya. Sabda Rasulullah saw., “Wanita (istri) terbaik ialah jika engkau melihat kepadanya, ia menyenangkanmu. Jika engkau menyuruhnya, ia taat kepadamu. Jika engkau pergi darinya, ia menjagamu dengan menjaga dirinya dan menjaga hartamu.”(HR Muslim dan Ahmad).
Itulah tugas yang harus dilakukan oleh seorang istri. Karena dengan memenuhi keempatnya, maka insya Allah kunci surga ada dalam genggaman kita. Aamiin ya Rabbal Alamin.
SAFIRA.COM

Sabtu, 16 Juni 2012

10 Golongan yang tidak akan Masuk Surga

Ibnu Abas r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, “Ada sepuluh golongan dari umatku yang tidak akan masuk surga, kecuali bagi yang bertobat. Mereka itu adalah :


  1. al-jayyuf
  2. al-qattat
  3. ad-daibub
  4. ad-dayyus
  5. shahibul arthabah
  6. shahibul qubah
  7. al-’utul, az-zanim, dan 
  8. al-’aq li walidaih.

Selanjutnya Rasulullah saw. ditanya, “Ya Rasulullah, siapakah al-qalla’ itu?” Beliau menjawab, “Orang yang suka mondar-mandir kepada penguasa untuk memberikan laporan batil dan palsu.

Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah al-jayyuf itu?” Beliau menjawab, “Orang yang suka menggali kuburan untuk mencuri kain kafan dan sebagainya.

Beliau ditanya lagi, “Siapakah al-qattat itu?” Beliau menjawab, “Orang yang suka mengadu domba.

Beliau ditanya, “Siapakah ad-daibub itu?” Beliau menjawab, “Germo.

Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah ad-dayyus itu?” Beliau menjawab, “Dayyus adalah laki-laki yang tidak punya rasa cemburu terhadap istrinya, anak perempuannya, dan saudara perempuannya.

Rasulullah saw. ditanya lagi, “Siapakah shahibul arthabah itu?” Beliau menjawab, “Penabuh gendang besar.

Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah shahibul qubah itu?” Beliau menjawab, “Penabuh gendang kecil.

Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah al-’utul itu?” Beliau menjawab, “Orang yang tidak mau memaafkan kesalahan orang lain yang meminta maaf atas dosa yang dilakukannya, dan tidak mau menerima alasan orang lain.

Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah az-zanim itu?” Beliau menjawab, “Orang yang dilahirkan dari hasil perzinaan yang suka duduk-duduk di tepi jalan guna menggunjing orang lain. Adapun al-’aq, kalian sudah tahu semua maksudnya (yakni orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya).

Mu’adz bertanya kepada Rasulullah saw, “Wahai Rasulullah, bagaimana pandangan engkau tentang ayat ini:

 yauma yunfakhu fiish-shuuri fata’tuuna afwaajaa, yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala, lalu kalian datang berkelompok-kelompok?” (An-Naba’: 18)

“Wahai Mu’adz, engkau bertanya tentang sesuatu yang besar,” jawab Rasulullah saw. Kedua mata beliau yang mulia pun mencucurkan air mata. Beliau melanjutkan sabdanya.

“Ada sepuluh golongan dari umatku yang akan dikumpulkan pada Hari Kiamat nanti dalam keadaan yang berbeda-beda. Allah memisahkan mereka dari jama’ah kaum muslimin dan akan menampakkan bentuk rupa mereka (sesuai dengan amaliyahnya di dunia). Di antara mereka ada yang berwujud kera; ada yang berwujud babi; ada yang berjalan berjungkir-balik dengan muka terseret-seret; ada yang buta kedua matanya, ada yang tuli, bisu, lagi tidak tahu apa-apa; ada yang memamah lidahnya sendiri yang menjulur sampai ke dada dan mengalir nanah dari mulutnya sehingga jama’ah kaum muslimin merasa amat jijik terhadapnya; ada yang tangan dan kakinya dalam keadaan terpotong; ada yang disalib di atas batangan besi panas; ada yang aroma tubuhnya lebih busuk daripada bangkai; dan ada yang berselimutkan kain yang dicelup aspal mendidih.”

Mereka yang berwajah kera adalah orang-orang yang ketika di dunia suka mengadu domba di antara manusia. Yang berwujud babi adalah mereka yang ketika di dunia gemar memakan barang haram dan bekerja dengan cara yang haram, seperti cukai dan uang suap.”

Yang berjalan jungkir-balik adalah mereka yang ketika di dunia gemar memakan riba. Yang buta adalah orang-orang yang ketika di dunia suka berbuat zhalim dalam memutuskan hukum. Yang tuli dan bisu adalah orang-orang yang ketika di dunia suka ujub (menyombongkan diri) dengan amalnya.”

Yang memamah lidahnya adalah ulama dan pemberi fatwa yang ucapannya bertolak-belakang dengan amal perbuatannya. Yang terpotong tangan dan kakinya adalah orang-orang yang ketika di dunia suka menyakiti tetangganya.”

Yang disalib di batangan besi panas adalah orang yang suka mengadukan orang lain kepada penguasa dengan pengaduan batil dan palsu. Yang tubuhnya berbau busuk melebihi bangkai adalah orang yang suka bersenang-senang dengan menuruti semua syahwat dan kemauan mereka tanpa mau menunaikan hak Allah yang ada pada harta mereka.”

Adapun orang yang berselimutkan kain yang dicelup aspal mendidih adalah orang yang suka takabur dan membanggakan diri.” (HR. Qurthubi)
 semua Ancaman allah tersebut bisa di hapus jika kita bertobat dan mohon ampun seikhlas ikhlasnya,karena Allah maha pengampun,ingat Allah akan mengampuni dosa dosa besar selama kita masih hidup,tapi jika nyawa sudah di kerongkongan,tiada ampunan lagi.wallahu alam

Jumat, 18 Mei 2012


MASUK SURGA DENGAN KALIMAT “LA ILAHA ILLALLAH

Abuhurairah r.a berkata: Rasulullah s.a.w bersabda :”Perbaharuilah iman kepercayaanmu di Tanya : Bagaimana memperbaharui iman ya rasululah? Jawab Nabi s.a.w  : Perbanyaklah membaca : LA ILAHA ILLALLAH   [HR. AHMAD ,ALHAKIM]

Usman bi n malik r.a. Nabi s.a.w bersabda : Sesungguhnya Allah telah mengharamkan api neraka terhadap orang yang telah berkata : LA ILAHA ILLALLAH” benar-benar mengharap keridhoan Allah {dengan ikhlas}  [HR.Bukhari  Muslim]

Ali r.a berkata :Nabi s.a.w bersabda : Jibril a.s berkata Allah ta,la berfirman : LA ILAHA ILLALLAH  itu sebagai bentengku, maka siapa yang masuk ke dalamnya aman dari siksaku  [H.R ibn Asakir]

Abud Dardaa.r.a berkata: Nabi s.a.w bersabda : Tiada seorang yang membaca  LA ILAHA ILLALLAH seratus kali melainkan akan di bangkitkan oleh Allah pada hari kiamat dengan wajah yang bagaikan bulan purnama,dan tiada seorang yang berbuat amal lebih afdal dari padanya pada hari itu kecuali yang membaca seperti itu atau melebihi dari itu. [H.Attabarani]

Um Hani r.a. Berkata ; Nabi s.a.w bersabda : Kalimat LA ILAHA ILLALLAH itu tidak dapat di kejar oleh amalan lain dan tidak meninggalkan dosa  [tidak terhapus dosanya] [Hadist Ibn Majah]

Jabir r.a. Berkata: Nabi s.a.w bersabda :Dzikir yang utama  yalah LA ILAHA ILLAH dan doa yang utama yalah ALHAMDULILLAH  [Hadist Riwayat Attirmidzi ,Annasa’i]

Abu Said Alkhudri r.a berkata : Nabi s.a.w bersabda : Nabi Musa a.s. berdoa : Ya Rabbi  ajarkan padaku sesuatu untuk berzikir kepadaMu. Jawab Allah Bacalah LA ILAHA ILLALLAH  Musa berkata : Ya rabbi semua orang membaca itu dan aku ingin yang istimewa untukku.Jawab Allah : Hai Musa  andaikan tujuh petala langit dan penghuninya   dan tujuh petala bumi di letakkan di sebelah timbangan LA ILAH ILLALLAH ,niscaya akan lebih berat kalimat LA ILAH ILLALLAH melebihi pada semua itu {Hadist riwayat : Annasa’i]

Abubakar r.a.berkata : Lazimkan selalu kalimat la ilaha illallah dan ISTIGHFAR [ASTGFIRULLAH HAL AZIM} ,perbanyaklah membaca kedua nya sebab iblis berkata : Aku telah membinasakan manusia dengan dosa,dan mereka membinasakan aku dengan membaca LA ILAHA ILLALLAH DAN ISTIGHFAR, ketika demikian maka aku binasakan mereka dengan hawa nafsu,maka mereka mengira bahwa dirinya telah mendapat hidayah [Hadis riwayat Abu Ya’la]

Abuhurairah r.a. berkata : Ketika Malakul maut menghadiri seorang yang mati,maka ia menyelidiki semua anggauta nya,dan tidak menemukan amal kebaikan,kemudian membelah hatinya  juga tidak menemukan amal kebaikan,kemudian di buka mulutnya.tiba-tiba menemukan lidah lekat pada bagian atas mulut membaca LA ILAH ILLALLAH,maka diampunkan dosanya karena ada kalimat ikhlas itu [Hadis riwayat.Ibn Abi Dunia dan Albaihaqi]

Mua’az bin Jabal r.a berkata : Nabi s.a.w bersabda; Siapa yang akhir perkataanya kalimat LA ILAHA ILLALLAH    PASTI MASUK SURGA [Hadist riwayat; Abu Dawud Ahmad]